Kendati perpindahan ibu kota di Kutai Kartanegara dan Penajam Utara, aktivis lingkunan meyakini pembangunan juga akan mengikuti perpindahan kota sehinga mengancam flora dan fauna asli Kalimantan.
Ketua Kelompok Pengelola Mangrove Center Graha Indah Balikpapan, Agus Bei mengatakan hutan mangrove atau bakau menyediakan makanan bagi satwa yang menjadi ikon Dunia Fantasi ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mangrove Center Graha Indah ini berada di area perumahan rakyat dan memiliki luas 150 hektare. Selama 18 tahun, Agus dan pengelola hutan bakau telah memperluas hutan bakau dari 40 hektar menjadi 150 hektar.
Bekantan adalah hewan yang gemar memakan pucuk-pucuk daun muda pohon bakau. Selain itu, Bekantan memakan pula jenis buah, bunga, kulit pohon, serangga, dan kepiting.
"Dengan berkurangnya hutan, akan berdampak pada habitat, perilaku juga akan berubah. Di Tahura bukit Soeharto, termasuk di kawasan Sungai wain adalah banyak satwa endemik. Ada Lutung Merah," ucapnya.
Agus mengatakan Pulau Kalimantan terkenal dengan wilayah hutan yang luas. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah harus membangun ibu kota dengan melihat dari sisi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
"Kalimantan ini sudah terkenal dengan hutannya, mungkin konsepnya nanti kota hijau atau pemerintahan hijau, berkelanjutan, saling mendukung," ucapnya.
[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)