Ketua Kelompok Pengelola Mangrove Center Graha Indah Balikpapan, Agus Bei menyatakan pemerintah jangan sampai melakukan pembangunan secara membabi buta. Terkikisnya hutan Kalimantan, ia sebut mau tidak mau akan terjadi karena pembangunan pusat pemerintahan.
"Mau tidak mau kita memang harus siap karena memang itu (perpindahan ibu kota) sudah menjadi ketetapan. Tapi harus melibatkan praktisi lingkungan agar [pembangunan] tidak membabi buta nantinya," kata kata Agus di area Mangrove Center Graha Indah, Balikpapan, Rabu (28/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus melibatkan orang lingkungan yang ada di sini. Jangan hanya petingginya saja, karena yang tahu persis adalah kalangan di bawah. Jadi, yang hidup di antara hutan-hutan ini pasti tahu," ujar Agus.
Awalnya lahan di Graha Indah ini hanya 40 hektare untuk mangrove. Sisanya adalah lahan yang difungsikan sebagai tambak oleh masyarakat.
"Saat ini sudah tidak ada lagi tambak. 150 hektar mangrove," ujar Agus.
[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)