YouTube Diduga Blokir Video asal Australia soal Isu Papua

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 29/08/2019 11:42 WIB
YouTube Diduga Blokir Video asal Australia soal Isu Papua Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pembuat konten asal Australia @thejuicemedia mengungah tangkapan layar (screenshot) berisi notifikasi dari YouTube yang telah memblokir konten video berjudul "Honest Government Ad I Visit West Papua" yang diduga atas permintaan pemerintah Indonesia. YouTube diduga memblokir video iklan berisi sindiran terhadap Papua Barat.

"Jadi, pemerintah Indonesia meminta Youtube untuk memblokir Iklan Pemerintah Jujur kami [satiris] tentang #WestPapua agar tidak dilihat di Indonesia," cuit @thejuicemedia, Rabu (28/8).

Pembuat konten yang memiliki 233.603 pengikut di YouTube ini mengatakan konten video yang dibuat merepresentasikan pemerintah Australia, bukan pemerintah Indonesia.


"Inilah subjek 'keluhan hukum' Indonesia. Saya ingin tahu apa keluhannya ... kami bahkan tidak menyamar sebagai Pemerintah Indonesia, melainkan Pemerintah Australia," kata dia.



Pemilik akun @thejuicemedia mempertanyakan permintaan pemerintah Indonesia yang meminta YouTube untuk menghapus konten terkait Papua Barat.

YouTube Diduga Blokir Video asal Australia soal Isu PapuaNotifikasi dari YouTube terkait koten yang dihapus. (Foto: Screenshot via Twitter/@thejuicemedia)

Untuk mengonfirmasi kabar terkait permintaan pemerintah Indonesia yang dimaksud @thejuicemedia, CNNIndonesia.com berupaya menghubungi pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Namun hingga berita ini ditulis pihak Kemenkominfo belum memberikan jawaban. CNNIndonesia.com juga telah menghubungi pihak Youtube Indonesia untuk meminta keterangan.

Kemenkominfo sejak Rabu (21/8) memblokir akses internet di Papua dan Papua Barat. Buntut dari pemblokiran ini sejumlah organisasi masyarakat sempat mendatangi kantor Kemenkominfo untuk menyampaikan somasi dan meminta akses internet kembali dibuka.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangarepan pada Rabu (28/8) memenuhi panggilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) untuk menjelaskan alasan pemblokiran internet di Papua dan Papua Barat. Semuel mengungkapkan alasan Kemenkominfo membatasi akses internet, bukan sekedar media sosial seperti saat unjuk rasa di Jakarta pada Mei lalu.

"Masalahnya di teknologi. Di sana tidak bisa dilakukan pembatasan media sosial saja, tidak bisa secara regional," katanya usai membahas pemblokiran internet Papua di kantor Ombudsman RI, Jakarta, Rabu (28/8).

[Gambas:Video CNN] (din/evn)