Merujuk pada data Drone Emprit, percakapan terkait Papua pada 26 Agustus lalu menunjukkan angka 75.564 dan sehari setelahnya mengalami penurunan hingga 48.832.
Sementara percakapan pindah ibu kota tanggal 26 Agustus sebesar 97.773 dan terus naik hingga 107.284 pada 27 Agustus 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab di dalam peta jaringan sosial Drone Emprit juga menunjukkan ada beberapa kelompok yang bermain, yakni oposisi, pro pemerintah, dan Papua Barat serta kelompok baru pro NKRI.
"Namun cluster ini sayangnya masih "ngerumpi", belum head-to-head berdialog dengan cluster West Papua," ujar Ismail.
"Tidak ada," pungkasnya.
Sebelumnya, presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) telah memastikan ibu kota baru berada di Kalimantan Timur yakni Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara menggantikan Jakarta. Jokowi beralasan Kaltim dipilih karena pertimbangan strategis dan kebencanaan.
Selain itu Kaltim dipilih karena lokasi geografinya berada di tengah kepulauan Indonesia. Jokowi menambahkan di Kalimantan Timur telah tersedia lahan sekitar 180 ribu hektare.
[Gambas:Video CNN] (din/evn)