Penjualan ritel mobil Suzuki pada Januari-Juni 2019 mencapai 48.075 unit. Jumlah itu menurun sekitar 16 persen dari hasil Januari-Juni 2018 sebesar 57.476 unit.
"Semester satu ini (penjualan) kami tertekan. Kalau dibanding tahun lalu jelas mengalami penurunan," kata Direktur Pemasaran SIS divisi roda empat Donny Saputra di Cirebon, Jawa Barat belum lama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Donny, salah satu faktor yang membuat penjualan Suzuki meningkat bulan lalu karena efek Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) yang digelar pada 18-28 Juli 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkat Ertiga dan Carry
Ertiga dan mobil niaga ringan Carry merupakan kontributor andalan Suzuki untuk berkompetisi di Tanah Air hingga saat ini, kata Donny. Penjualan dua produk itu masih menempati posisi teratas di antara mobil Suzuki lainnya.
Dalam data tertulis penjualan ritel Carry pada Januari-Juli 2019 mencapai 25.660 unit, Ertiga 15.710 unit, dan model lain (Ignis, Wagon R, hingga APV) berjumlah 16.012 unit.
"Carry rata-rata lima ribuan unit sebulan, dan Ertiga dua ribuan unit sebulan. Perlu diketahui juga 87 persen penjualan kami merupakan mobil yang dirakit di Indonesia, seperti Carry, Ertiga, Wagon R, hingga APV," ucap Donny.
Lihat juga:Ertiga Kurang 'Nendang' Bersaing di Cirebon |
Ekspor
Selain melakukan penjualan domestik, Suzuki juga meniagakan produknya ke berbagai negara dalam bentuk utuh (Completely Build Up/CBU) dan terurai (Completely Knock Down/CKD).
Jumlah ekspor CBU Suzuki pada Januari-Juli 2019 mencapai 17.591 unit. Ertiga menjadi model paling laris dengan kontribusi mencapai 12.945 unit, lantas diikuti APV 3.740 unit, lalu Carry 906 unit. (ryh/fea)