Pada pertemuan itu Garda sempat membacakan enam poin aspirasi mereka dan pihak Kedubes Malaysia disebut menyatakan bahwa ucapan pemilik perusahaan taksi asal Malaysia, Big Blue, Shamsubahrin Ismail, yang jadi pemicu rencana demonstrasi, tidak mewakili negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka juga menyesalkan yang terjadi atas pernyataan itu karena tidak mewakili pihak pemerintahan Malaysia atau masyarakat Malaysia. Itu hanya pernyataan pribadi atau untuk perusahaannya saja," kata Igun saat ditemui di depan Kedubes Malaysia, Kuningan, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Igun melanjutkan Garda sudah menutup permasalahan tersebut, karena sudah ada pernyataan maaf yang diungkapkan Shamsubahrin dan respons dari Kedubes Malaysia. Igun mengaku tidak mengetahui langkah yang akan diambil Kedubes atau pemerintahan Malaysia buat menindaklanjuti perkara Shamsubahrin.
"Tidak ada penjelasan ke kami apakah akan ada tindak lanjut atau teguran dari Kedubes atau bagaimana," kata Igun. (fea)