Angka kontribusi ini diestimasi dari survei terhadap 3.418 responden yang dilakukan dari November hingga Desember. Responden tersebut adalah mitra Grab dalam empat lini bisnis Grab.
Survei ini dilakukan di lima kota di Indonesia yaitu, Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar. Pemilihan kotanya dilakukan berdasarkan tingkat penggunaan platform digital yang signifikan oleh masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Grab Fokus Perluas Layanan di Kalimantan |
CSIS memperkirakan kontribusi GrabFood sekitar Rp 20,8 triliun dari RP 48,9 triliun. Grabbike dan Grabcar kontribusinya adalah Rp 15,7 triliun dan Rp 9,7 triliun. Sementara Kudo lewat jaringan agennya mempunyai kontribusi Rp 2,7 triliun.
Sektor informal di Indonesia adalah pekerja yang berusaha sendiri atau menjalankan usaha kecil serta para pekerja bebas.
"Penggunaan dan pemanfaatan teknologi, dalam hal ini Grab, dapat membantu mempertemukan dan menghasilkan permintaan terhadap produk dan jasa pekerja informal tersebut, sehingga pendapatan yang didapatkan bisa meningkat," kata Yosef.
[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)