Berangkat dari permasalahan tersebut, Telkomsel menyediakan solusi Internet of Things (IoT) dengan nama Telkomsel FleetSight. Solusi ini memungkinkan aset-aset bergerak termasuk memonitor dan mengontrol armada kendaraan dengan menyematkan perangkat telematika berbasis satelit.
Perangkat ini akan diintegrasikan dengan berbagai jenis sensor atau peralatan tambahan pada kendaraan. Teknologi ini mampu merekam semua paramater mobilitas aset dan sekaligus menyediakan informasi ini kepada pengguna baik dalam bentuk insight maupun data, seperti pilihan rute, jam operasional kendaraan, perilaku mengemudi, hingga mengukur batas kecepatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan solusi ini, Telkomsel bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga dengan memasang Telkomsel FleetSight sebanyak 1.800 unit kendaraan tangki BBM. Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini mengatakan pihaknya mulai menghadirkan solusi inovatif berbasis Internet of Things di berbagai industri, salah satunya mendukung era industri 4.0.
Dirut Telkomsel Emma Sri Martini. (CNN Indonesia/Agnes Savithri) |
Dengan diimplementasikannya Telkomsel FleetSight pada kendaraan operasional truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM), Pertamina akan mendapatkan manfaat terkait kemudahan dalam memonitor kendaraan, meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional, sekaligus menjaga keselamatan karyawan dalam bekerja.
Kerja sama antar kedua anak usaha perusahaan pelat merah ini mencakup tiga fase. Tahap pertama merupakan pemasangan Telkomsel FleetSight yang siap beroperasi pada September hingga Oktober 2019. Sedangkan tahap kedua dan ketiga merupakan peningkatan fitur Telkomsel Fleetsight dengan mengintegrasikan beberapa sensor tambahan yang dirancang untuk mampu mengidentifikasi parameter tambahan seperti temperatur rem kendaraan, kekentalan oli mesin, dan tekanan pada ban. (age)
Dirut Telkomsel Emma Sri Martini. (CNN Indonesia/Agnes Savithri)