Samsung masih menguasai pangsa pasar pengapalan handphone (hp) di Indonesia pada kuartal kedua. Samsung tercatat menguasai 26,9 persen pangsa pasar di Indonesia.
Sejak kuartal keempat 2018, sesungguhnya Samsung telah menguasai pangsa pasar di Indonesia. Angka pada kuartal kedua 2019 menurun dibandingkan kuartal pertama 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka 26,9 persen juga tercatat merupakan titik terendah dibandingkan dua kuartal sebelumnya. Pada kuartal keempat 2018, Samsung masih mencatat pangsa pasar 27 persen.
Pangsa pasar hp Indonesia (dok. IDC) |
Vivo pada kuartal kedua 2019 berada pada peringkat ketiga dengan pangsa pasar 17 persen. Secara konsisten, persentase Vivo terus meningkat sejak kuartal keempat 2018. Pada kuartal keempat 2018 pangsa pasar Vivo 11,8 persen, kuartal pertama 2019 pangsa pasar Vivo 14 persen.
Xiaomi sendiri berada pada peringkat keempat dengan pangsa pasar 16,8 persen. Pada kuartal keempat 2018, Xiaomi bahkan sempat bertengger pada peringkat kedua dengan pangsa pasar 20,7 persen.
Berdasarkan laporan IDC, Realme menjadi vendor dengan jumlah peningkatan pangsa pasar yang signifikan. Tercatat pada pangsa pasar Realme pada kuartal keempat 2018 berada pada angka 1,6 persen dan pada kuartal pertama 2019 berada pada angka 1,4 persen.
Market Analyst IDC Indonesia, Risky Febrian mengatakan laporan IDC Quarterly Mobile Phone Shipment sebanyak empat dari lima besar merek ponsel saat ini berasal dari Tiongkok.
"Strategi mereka dalam penetrasi pasar antara lain menerapkan aktivitas pemasaran, spesifikasi, dan harga secara agresif yang terbukti dapat meningkatkan kesadaran merek mereka di pasar," kata Risky.
(jnp/eks)
Pangsa pasar hp Indonesia (dok. IDC)