Sebelumnya dikabarkan bahwa aksi massa ojek online (ojol) yang awalnya digelar 3 September terpaksa dimajukan menjadi 30 Agustus. Namun demo yang direncanakan batal setelah pendiri Big Blue Taxi Services, Shamsubahrin Ismail menyatakan minta maaf.
Sementara itu, demonstrasi yang dilakukan hari ini sebagai bentuk protes terhadap pernyataan kontroversial Shamsubahrin Ismail mengenai pandangan negatif terhadap Indonesia dan rencana operasional Gojek di Malaysia. Massa ojol kembali tersulut emosinya setelah video Ismail kedua kembali viral di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini kami berdiri di Kedubses Malaysia atas nama Bangsa Indonesia. Dengan penuh luka karena berprofesi sebagai driver Gojek dihina di mata internasional," kata Koordinator Aksi.
Ketika dikonfirmasi, Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono mengatakan aksi diikuti sekitar500 orang.
"Hari ini aksi pakai atribut Gojek semua. Terkait omongan Shamsubahrin, sekitar 500an orang," ucap Igun. (jnp/mik)