Indonesia Electric Motor Show

Moeldoko Banggakan Bus Listrik MAB di Depan Pelaku Otomotif

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 04/09/2019 12:24 WIB
Moeldoko Banggakan Bus Listrik MAB di Depan Pelaku Otomotif Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko ikut meresmikan acara Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di gedung Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/9). Purnawirawan Jenderal TNI itu hadir sebagai pembicara terkait perkembangan industri otomotif kendaraan listrik di Indonesia.

Sebagai bentuk keseriusannya, Moeldoko membesut bus bertenaga listrik Mitra Anak Bangsa (MAB) yang terakhir dikabarkan telah diuji coba di Bandara Udara Soerkano-Hatta dan untuk penggunaan transportasi umum khususnya Transjakarta.

Dikatakan Moeldoko, bus ramah lingkungan itu diklaim dibangun oleh anak bangsa untuk menjawab kebutuhan transportasi umum dalam negeri di masa depan.


"Untuk itu kita harus bangga menjadi anak bangsa Indonesia. Kita harus bangga dengan produk Indonesia. Oleh karena itu saya beri nama produk saya Mobil Anak Bangsa (MAB). Inilah MAB saya. Dengan brand ini lebih meyakinkan, apalagi founder-nya Pak Moeldoko," kata Moeldoko dalam kata sambutan pembukaan IEMS.

Dua Tahun Lagi Indonesia Punya Pabrik Baterai

Saat ini terus dilakukan percepatan pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Morowali, Sulawasi Tengah yang diharapkan mulai beroperasi pada 2021 mendatang dan paling lama mulai pertengahan 2020. Peletakan batu pertama telah dilakukan pada awal 2019.

Pabrik yang berdiri di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulteng itu untuk menunjang industri kendaraan listrik di Indonesia yang ditargetkan untuk mengurangi ketergantungan bahan bakar minyak (BBM).

"Ini yang kami pikirkan masa depan baterai, baterai adalah masa depan. Dan inilah yang sekarang dipikirkan (Menko Kemaritiman) Pak Luhut Binsar Panjaitan mungkin dua tahun lagi Indonesia akan punya pabrik baterai. Sehingga kalau mandiri ada empat komponen utama, baterai, motor, controller untuk mengubah kecepatan," ucap Moeldoko.

Terkait kesiapan pabrik baterai, Moeldoko menyampaikan Indonesia punya potensi untuk membuat baterai lithium untuk menunjang kendaraan listrik sendiri. Indonesia juga disebut kaya bahan baku untuk pembuatan baterai.

"Karena kita bisa membangun baterai, motor sendiri. Jadi baterai ada tiga, packaging, baterai sel, dan manajemen baterai. Ini tidak sulit. Makanya tidak terlalu lama lah untuk sebentar lagi bisa jadi konsumsi secara luas," ucap Moeldoko.

Dijelaskan Moeldoko Indonesia butuh memproduksi kendaraan listrik secara mandiri, sebab ini untuk mengurangi impor minyak sebagai bahan penggerak mobil konvensional.

"Kenapa harus menuju mobil listrik? Karena kebutuhan energi kita impor 600 ribu barel setiap hari. Cukup besar. Harus juga pikirkan anak cucuk kita karena emisi berkembang tidak sehat. Maka udara harus kita bersihkan lewat moblis (mobil listrik). Kita juga harus bangun kapasitas nasional," tutupnya.

[Gambas:Video CNN] (ryh/mik)