Indonesia Electric Motor Show

Menciptakan Ekosistem Mobil Listrik Diminta Sampai Wali Kota

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 04/09/2019 18:03 WIB
Menciptakan Ekosistem Mobil Listrik Diminta Sampai Wali Kota Bus listrik MAB besutan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko diuji coba di Jakarta. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono_
Jakarta, CNN Indonesia -- Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia harus didukung banyak pihak, baik dari pelaku industri otomotif sampai peran pemerintah demi tercapainya industri otomotif ramah lingkungan seperti yang ingin pemerintah Joko Widodo (Jokowi).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan percepatan industri kendaraan listrik, selain butuh Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan, dan Peraturan Menteri tentu juga dibutuhkan aturan yang mengatur penggunaan kendaraan listrik sebagai moda transportasi di daerah.

Menurut Moeldoko setiap kepala daerah wajib mendukung program pemerintah, yakni dengan mengoperasikan kendaraan tanpa emisi sebagai kendaraan umum.


"Kalau kewajiban itu bagian dari respons masing-masing kepala daerah untuk memikirkan energy security dan faktor lingkungan. Akan lebih bagus lagi kalau ada kewajiban (dalam bentuk regulasi)," kata Moeldoko ditemui di acara Indonesia Electric Motor Show 2019 di gedung Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/9).

Dijelaskan Moeldoko tidak bisa jika hanya segelintir orang yang mendukung percepatan program kendaraan listrik di dalam negeri.

Salah satu contoh dikatakan Moeldoko ketika pihak perusahaan bus listrik Mobil Anak Bangsa (MAB) melakukan pendekatan kepada beberapa kepala daerah seperti Wali Kota Bogor, Surabaya, dan Batu agar dapat menggunakan bus listrik MAB sebagai moda transportasi. Namun dengan anjuran saja dirasa tidak cukup, karena itu butuh aturan yang mengikat.

"Ini kami sedang komunikasikan dengan wali kota-wali kota, wali kota Bogor, Surabaya, dan Batu. Semua sudah respons untuk segara mengubah angkutan umumnya. Ini sedang kami siapkan di MAB," ucap Moeldoko.

Moeldoko menyampaikan MAB juga sedang persiapan memproduksi massal bus listriknya. Kata dia bus listrik besutannya sudah dipesan oleh beberapa instansi, yaitu Garuda Indonesia buat dipakai di wilayah Bandara Udara Soekarno-Hatta dan Transjakarta.

Lebih dari itu Moeldoko memastikan bus buatan MAB siap masuk jalur produksi karena sudah lolos berbagai uji tipe baik Kementerian Perindustrian (Kemenperin) maupun Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Jadi unitnya sedang kami siapkan. 2020 dari PPD (Pengangkutan Penumpang Djakarta) udah minta 130 unit. Garuda juga minta, beberapa (perusahaan) juga minta," tutup Moeldoko.

[Gambas:Video CNN] (ryh/mik)