Presiden Direktur SMK Eddy Wirajaya dalam kesempatan ini kembali menegaskan bahwa mobil-mobil Esemka yang keluar dari 'rahim' Solo Manufaktur Kreasi (SMK) di Boyolali bukan produk mobil nasional.
Menurut Eddy SMK merupakan perusahaan yang 100 persen kepemilikannya tidak ada campur tangan pemerintah. SMK adalah perusahaan swasta nasional sehingga embel-embel mobil nasional Esemka harus 'dilenyapkan'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai pemain otomotif baru di Indonesia, Eddy mengatakan pabrikan menyanggupi seluruh peraturan yang ditetapkan pemerintah. Janjinya bakal selalu taat terhadap regulasi yang berkaitan dengan industri otomotif di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pengalaman Jokowi Naik Pikap Esemka |
"Adik-adik Esemka ini adalah anak bangsa yang ingin buktikan bahwa mereka mampu berkarya bagi nusa dan bangsa serta mengharumkan nama Indonesia," ujar Eddy.
Lebih dari itu Eddy mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut berpartisipasi mendukung SMK hingga akhirnya bisa melangsungkan peresmian produk dan fasilitas produksinya hari ini.
Lihat juga:Harga Esemka Disebut Tak Sampai Rp100 juta |
Fasilitas produksi SMK punya luas 12.500 ribu meter persegi yang dibangun di atas lahan 115 ribu meter persegi. Di pabrik ini terdapat berbagai fasilitas mulai perakitan, pengecatan, sampai pengetesan. Nilai investasi yang ditanamkan mencapai Rp600 miliar.
[Gambas:Video CNN] (ryh/mik)