Lulus Uji Coba, Kemenperin Akui Enam Jenis Esemka

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 10/09/2019 09:55 WIB
Lulus Uji Coba, Kemenperin Akui Enam Jenis Esemka PIkap Bima di pabrik Esemka, Boyolali, Jawa Tengah. (Foto: CNN Indonesia/Sri hartono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) agen pemegang merek sudah sangat siap berkompetisi di Indonesia melalui berbagai produk mulai kendaraan komersial dan penumpang.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan Esemka juga punya enam jenis kendaraan, sedangkan empat di antaranya merupakan kendaraan komersial tipe pikap kabin ganda yang dijuluki Bima, kemudian satu tipe penumpang kabin ganda yaitu Digdaya, dan satu tipe lagi kendaraan penumpang minivan dengan nama Borneo.

"Empat di antaranya merupakan kendaraan komersial," tutur Menperin Airlangga lewat pernyataan tertulisnya yang dikutip Senin (9/9).


Pabrik Esemka di Boyolali, Jawa Tengah.Pabrik Esemka di Boyolali, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar tersebut memastikan mobil-mobil Esemka sudah dinyatakan lulus homologasi dari Kemenperin.

Airlangga hadir dalam acara peresmian pabrik Esemka pekan lalu di Boyolali, Jawa Tengah. Dijelaskan Airlangga pabrik PT SMK punya fasilitas seperti pengecatan bodi, perakitan mobil tipe monokok, tipe sasis, line produksi mesin bensin, dan diesel serta transmisi dan axle hingga fasilitas pendukung lainnya.

"Tentunya fasilitas produksi yang telah dimiliki PT SMK sebagai produsen mobil telah membawa pada suatu tahapan yang lebih maju dan layak untuk dapat memproduksi kendaraan roda empat. Ini kabar yang menggembirakan bagi industri otomotif di Tanah Air," ungkap Menperin.

Ia menyebut untuk tahap awal, SMK menargetkan memproduksi sebanyak 3.500 unit pikap Bima dengan kapasitas produksi total sebesar 12.000 unit per tahun.

"Pada tahap awal akan menyerap 300 tenaga kerja untuk satu shift. Kalau kapasitasnya nanti bertambah, tentu bertambah juga jumlah tenaga kerjanya. Ini untuk tenaga kerja lokal," ucap Airlangga yang menyakini pabrik Esemka dapat membuka lapangan kerja baru. (ryh/mik)