Sikap Pilih-pilih Suzuki Sambut Era Mobil Listrik

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Senin, 09/09/2019 18:58 WIB
Sikap Pilih-pilih Suzuki Sambut Era Mobil Listrik Ilustrasi. (Foto: Dok. Suzuki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama prinsipal di Jepang menyikapi positif terbitnya regulasi kendaraan listrik Indonesia. Untuk tahap awal Suzuki berencana memasarkan mobil hybrid yang lebih 'masuk akal' sebelum meniagakan kendaraan bermotor listrik.

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan telah membuka peluang bagi Suzuki Indonesia dalam memasarkan produk mobil ramah lingkungan yang sesuai untuk konsumen.

"Intermediate (jangka menengah) hybrid, tapi kalau jangka panjang semua (produsen) ke sana (listrik)," kata Direktur Pemasaran SIS divisi roda empat Donny Saputra beberapa waktu lalu.


Donny belum menyebutkan model atau jenis mobil yang akan disematkan hybrid untuk pasar Indonesia. Namun banyak menduga Suzuki bakal meluncurkan Ertiga hybrid bermesin bensin 1.500 cc.

Ertiga dengan sistem hybrid sebelumnya pernah dijual Suzuki pada 2017, namun 'disuntik mati' pasca model baru Ertiga meluncur pada April 2018. Teknologi hybrid Ertiga bernama teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS).

SHVS pertama kali tersemat pada varian diesel Ertiga di Indonesia, namun yang dipamerkan belum lama ini di Jakarta merupakan pengembangan baru sebab sudah digunakan pada mesin bensin.

Donny menyampaikan diskusi antara Suzuki Indonesia dengan prinsipal masih berlangsung, sehingga pihaknya belum dapat berbicara banyak soal strategi di masa depan.

"Kami masih koordinasi dengan pusat, dan diskusi internal. Bagaimana ke depan ini (Suzuki) bisa support dengan itu (regulasi kendaraan listrik)," ucap Donny.

Donny menambahkan sembari berdiskusi internal, pihaknya juga tengah menunggu aturan turunan Perpres 55 yang saat ini masih diracik lintas kementerian. Aturan turunan itu memperjelas regulasi Perpres yang ditandatangani Presiden Joko Widodo dari sisi perpajakan yang akan ditanggung produsen.

"Ya kami tunggu dulu, jangan sampai nih tahu-tahu di juknis bahwa kendaraan listrik harus sedan," tutup Donny. (ryh/mik)