Pengganti Jack Ma Ditantang Bisa Raup Lebih Banyak Pengguna

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 12/09/2019 06:30 WIB
Pengganti Jack Ma Ditantang Bisa Raup Lebih Banyak Pengguna Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Aly Song)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keputusan Jack Ma untuk hengkang dari Alibaba, perusahaan yang didirikannya dinilai menjadi tantangan yang tak kalah besar bagi penggantinya, Daniel Zhang.

Salah satu tantangan yang akan dihadapi Zhang yakni menyiapkan strategi untuk mendatangkan pengguna yang lebih banyak bagi Alibaba.

"Tantangan terbesar yang dihadapi Alibaba [setelah Jack Ma undur diri] adalah bagaimana mendapatkan lebih banyak pengguna," kata analis dari perusahaan ICBC International, Vicky Wu.


Mengutip Nikkei, Wu menilai meskipun pendapatan Alibaba masih terbilang kuat namun kekhawatiran tetap membayangi perusahaan teknologi multinasional asal China yang telah berdiri sejak dua dekade lalu itu.

Selain itu, dia menyebut persaingan industri e-commerce saat ini tengah berkembang di China, muncul sejumlah situs e-commerce terkemuka yang mulai mendominasi pasar. Misalnya, JD.com dan Pinduoduo.

Kedua situs e-commerce tersebut didukung oleh Tencent Holdings yang digawangi Ma Huateng. Tencent pun merupakan perusahaan dibalik kesuksesan aplikasi pesan instan, WeChat.

Analis ain mengatakan tantangan utama Zhang adalah menemukan area pertumbuhan baru saat sektor e-commerce China kian berkembang.

"Jika Alibaba ingin menemukan inovasi atau tren baru, ini akan lebih sulit daripada sebelumnya. Bagi Daniel Zhang, ini akan menjadi tantangan besar," tutur Liu Yiming, pengamat e-commerce dari perusahaan teknologi 36kr dikutip Reuters.

Sebelumnya, Grup Alibaba pekan lalu mengumumkan pendanaan US$2,7 miliar atau sekitar Rp 3 triliun (US$1 = Rp14,028) pada layanan penyedia barang-barang mewah, Kaola dan perusahaan musik streaming demi mempertahankan keberadaan mereka di industri e-commerce.

Di sisi lain, Ketua Asosiasi e-commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung menilai keputusan Jack Ma undur diri dari Alibaba dinilai positif. Pasalnya, meskipun Ma sudah tak berada di Alibaba, sosoknya tidak akan tergantikan.

"Positif sekali. Walaupun pensiun, Jack Ma tetap menjadi ikon Alibaba," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (8/9).

Ignatius pun menambahkan, rencana pensiun Ma memberikan sisi positif tak hanya untuk dirinya sendiri tetapi timnya.

"Di sisi lain, dia pun memberikan kesempatan untuk timnya step up. Toh beliau juga sudah bangun tim yang bisa bantu untuk running perusahaan," tambahnya.

[Gambas:Video CNN] (din/evn)