Bercanda Dalam Mobil Kurangi Konsentrasi Pengemudi

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 11/09/2019 13:02 WIB
Bercanda Dalam Mobil Kurangi Konsentrasi Pengemudi Ilustrasi. (Foto: Flickr/State Farm/Creative Commons licenses (CC BY 2.0))
Jakarta, CNN Indonesia -- Kecelakaan maut yang melibatkan Toyota Kijang Innova dengan bus PO Mira menewaskan tiga orang dikabarkan bermula dari candaan soal kecelakaan. Kejadian tersebut terjadi pada Senin (9/9) siang.

Insiden ini tentu mengagetkan, sebab dalam video berdurasi 21 detik terlihat para penghuni kabin, termasuk sang pengemudi ikut bercanda di dalam mobil yang bergerak. Video yang viral di media sosial belakangan diketahui direkam sebelum terjadinya kecelakaan.

Berkaca pada insiden itu, bercanda secara berlebihan di dalam mobil yang melaju sangat tidak dianjurkan sebab bisa menghilangkan konsentrasi pengemudi.


[Gambas:Instagram]

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan bercanda disebut menjadi faktor X sebelum pengemudi hilang konsentrasi, yang ujungnya menyebabkan kecelakaan di jalan raya.

"Bisa kita asumsikan ini soal lemahnya pemahaman seseorang tentang safety," kata Jusri kepada CNNIndonesia.com, Rabu (11/9).

Ia mengatakan tak jarang penghuni mobil melakukan obrolan lucu untuk menghilangkan rasa jenuh atau bosan selama dalam perjalanan, namun sebaiknya tidak berlebihan yang potensi mengurangi konsentrasi pengemudi.

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menjelaskan bahwa pengemudi wajib berkonsentrasi selama berkendara. Selain itu pengemudi juga harus terampil dan sehat.

Jika mengesampingkan hal itu selama berkendara, ada sanksi yang sudah dibuat dan pelanggar bisa dijerat sanksi hukum. 

Mengacu pada Pasal 283 UU No 22 tahun 2009, bahwa setiap orang yang tidak mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dengan tidak wajar dan melakukan kegiatan lain yang menyebabkan hilangnya konsentrasi dalam mengemudi dapat dipidana dengan kurungan paling lama tiga bulan dan denda paling banyak Rp750 ribu.

"Tahu kenapa konsentrasi penting, karena kalau tidak konsentrasi pengemudi tidak bisa melaksanakan peraturan berkendara di jalan raya dengan benar, tidak awas, tidak tertib. Bisa salah ambil keputusan saat mengemudi," ucapnya.

Jusri mengibaratkan bahwa jalan raya seperti 'medan perang' sehingga setiap pengguna harus penuh konsentrasi dan berhati-hati ketika melaluinya.

"Kalau kecelakaan tunggal karena pengemudi tidak konsentrasi ya sudah, tapi misalnya melibatkan pengguna jalan lain, malah ujungnya nanti ada banyak korban. Kan itu fatal, nyawa hilang karena kelalaian seseorang," tutup Jusri. (ryh/mik)