Setelah merampungkan studi di Institut Teknologi Rhine-Westphalia Utara di Aachen, Jerman, Habibie melanjutkan kariernya sebagai peneliti di bidang kedirgantaraan.
Salah satu penemuan penting yang membuat sosoknya diperhitungkan di tengah ahli kedirgantaraan Jerman yakni progression crack theory atau teori keretakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teori yang ditemukan oleh ‘Mr Crack’ ini mampu mengkalkulasi keretakan pesawat karena proses terbang landas dan membhag rancang bangun desain pesawat modern untuk menghindari kecelakaan. Hitung-hitungan Habibie sangat detail sampai ke tingkat atom material pesawat.
Dikutip dari berbagai sumber, setelah titik crack dihitung, derajat keselamatan dapat diturunkan dengan mengurangi campuran material sayap dan badan pesawat. Kendati beban berkurang, titik crack justru mampu meningkatkan kinerja pesawat.
Daya angkut pesawat diketahui bertambah sehingga membuat daya jelajah menjadi lebih jauh. Teori ini membantu ilmuwan menciptakan pesawat yang lebih aman dan terhindar dari risiko kecelakaan.
Temuan penting ini kemudian dikenal dengan sebutan 'faktor Habibie'.
Selama berada di Jerman, Habibie secara tekun mengembangkan temuannya tersebut yang kemudian dikenal dengan sebutan 'Teori Habibie' dan 'Metode Habibie'. Teori temuannya tersebut telah dipatenkan dan diadopsi untuk kemajuan teknologi kedirgantaraan.
[Gambas:Video CNN] (ndn/evn)