Menurut media Jerman handelsblatt.com, kritikan merebak atas konsep dan penyelenggaraan pameran yang dirasa tidak up to date, terlalu mahal, dan tidak dinamis. Para manufaktur menyarankan konsep baru bisa fokus pada konsep mobilitas ketimbang mobil baru.
Pada penyelenggaraan tahun ini yang dibuka oleh Kanselir Jerman Angela Merkel pada Jumat (13/9), setidaknya delapan merek dunia absen yaitu Toyota, Nissan, Kia, Ferrari, Fiat Chrysler Automobiles, Peugeot, Citroen, dan Volvo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:FOTO: Pameran Otomotif Frankfurt 2019 |
"Kepentingan pameran otomotif telah berganti. Pada masa depan, fokus semestinya dikurangi pada produk dan lebih ke teknologi," kata bos keuangan BMW Nicolas Peter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Automotive News Europe juga mengabarkan, mantan CEO Opel dan Volkswagen China, Karl-Thomas Neumann mengkritik IAA. Dia bilang IAA 2019 adalah kegagalan dan merupakan bayangan dari pencapaian sebelumnya. Dia juga bilang tidak akan ada IAA pada 2021.
[Gambas:Twitter]
Penyelenggara pameran, yaitu asosiasi industri otomotif Jerman, Verband der Automobilindustrie (VDA), disebut bakal mendiskusikan ide masa depan buat IAA.
Total jumlah peserta pameran pada tahun ini turun 20 persen dibanding sebelumnya menjadi 800. Luas lahan yang digunakan pada tahun ini juga menyempit 20 persen menjadi 168 ribu meter persegi.
Pada 2017, IAA didatangi 810.400 pengunjung. Jumlah ini menurun dari rekor tertinggi 1 juta pengunjung pada 2002. (fea)