Karir bermusik selama 40 tahun menjadikan mendiang Chrisye sebagai salah satu musisi terbaik Indonesia sepanjang masa.
Namun siapa menyangka jika orang tua pria kelahiran 1949 ini justru diharapkan menjadi seorang insinyur. Jalan hidup membuatnya jatuh cinta pada musik hingga membawanya mendirikan sebuah band bersama saudaranya, Joris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sukses dengan Guruh Gipsy, pada 1977 Chrisye menghasilkan dua karya terbaiknya 'Lilin-lilin Kecil' ciptaan James F. Sundah dan album Badai Pasti Berlalu dengan lagu single judul yang sama ciptaan Eros Djarot.
Kedua karya tersebut membuat Chrisye dilirik label rekaman Musica Studios. Chrisye kemudian muncul lewat proyek solo pertamanya bertajuk Sabda Alam pada 1978.
Sepanjang karier bermusiknya, Chrisye menghasilkan 18 album solo dan sempat bermain dalam satu film berjudul Seindah Rembulan di tahun 1981.
Sosok ayah empat anak ini divonis mengidap kanker paru-paru pada 2005. Setelah berjuang melawan sakit yang diidapnya, Chrisye menghembuskan napas terakhir pada 30 Maret 2007.
Seniman Antares Hasanbasri merupakan sosok di balik Google doodle Chrisye. Seniman asal Yogyakarta ini mengatakan doodle buatannya terinspirasi dari salah satu lagu legendaris Chrisye 'Lilin-lilin Kecil'.
"Lagu ini berbicara tentang harapan dan tumbuh dewasa. Lilin-lilin yang sering kita kaitkan dengan harapan juga sesuai dengan tema perayaan ulang tahun untuk memperingati musisi yang kita cintai," tulis Hasan dalam situs Google doodle.
Ia mengatakan karya yang terinspirasi dari sosok idola sejak masa kecil itu diharapkan bisa menumbuhkan semangat penuh harapan yang dilambangkan dengan lilin. (evn)