Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menerapkan teknologi modifikasi cuaca atau kerap dikenal dengan sebutan hujan buatan untuk menanggulangi hal tesebut.
Kepala BBPT Hammam Riza mengatakan pihaknya berupaya menerapkan modifikasi cuaca, kendati terkendala keterbatasan jumlah pesawat milik TNI. Saat ini pihaknya bersama dengan sejumlah instansi sedang mengupayakan melakukan pemadaman titik api dengan berbagai cara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Garam-garam tersebut harus berbentuk butiran halus dengan diameter 10-50 mikron. Nantinya, garam akan membentuk titik-titik uap air.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Hujan buatan sangat dipengaruhi oleh banyak dan sedikitnya awan yang berada di atas wilayah yang membutuhkan hujan. Semakin banyak awan, maka semakin banyak pula rangsangan yang dapat diberikan. Hal tersebut juga mempengaruhi curah hujan yang akan turun.
Setelah muncul awan-awan kecil, penyemaian bubuk urea juga dilakukan beberapa saat setelah penyemaian garam. Fungsi urea adalah sebagai pendingin lingkungan sekitar yang dapat menggabungkan awan-awan kecil menjadi kelompok awan yang lebih besar.
Menurut catatan BPPT antisipasi karhutla Riau telah mengerahkan 63 penerbangan dengan menghabiskan sekitar 50 ribu kilogram bahan semai pada 26 Februari hingga 20 April 2019.
[Gambas:Video CNN] (ndn/evn)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian