Air circulator berbeda dengan AC double blower yang ada pada mobil penumpang pada umumnya. Pada si kembar Sigra dan Calya hanya berupa kipas yang bertugas meneruskan udara dingin yang keluar dari AC utama ke baris kedua dan ketiga.
"Jadi air circulator hanya meneruskan udara dingin ke area belakang," kata Head Dealer Technical Support Toyota-Astra Motor (TAM) Didi Ahadi, Senin (16/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Air circulator tersimpan di bagian atap mobil. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP) |
Cara kerja air circulator menghisap udara dingin yang keluar dari AC utama. Kemudian udara itu diteruskan hingga ke kursi baris ketiga. Tingkat kekuatan hembusan angin bisa diatur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keunggulan kipas angin diklaim meningkatkan efisiensi bahan bakar Sigra dan Calya. Sebab kinerja kompresor jadi lebih ringan, tidak seperti mobil yang sudah menggunakan AC double blower.
"Efektif menghemat bahan bakar karena kerja kompresor berkurang," ujar Didi.
Pengatur pendingin ruangan Daihatsu Sigra. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP) |
Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra mengungkapkan pihaknya sengaja mempertahankan fitur itu dengan alasan 'menekan' harga jual kendaraan.
Jika memaksakan menggunakan ac double blower, tentu harga Sigra model terbaru tidak bisa ditekan. Pembaruan Sigra membuat harganya naik mulai dari Rp1,5 juta- Rp2 juta, kecuali varian terendahnya.
"Jadi ini soal harga. Lagi pula tidak ada keluhan konsumen atas penggunaan air circulator," tutup Amelia. (ryh/mik)
Air circulator tersimpan di bagian atap mobil. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Pengatur pendingin ruangan Daihatsu Sigra. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)