Sejak saat itu, Vikram tidak memberikan respon ke Organisasi Riset Antariksa India (ISRO). Dilansir dari Financial Express, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kemudian mengerahkan pengorbit Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) untuk mencari tahu keberadaan Vikram.
21 September dianggap sebagai tenggat waktu untuk mengembalikan kontak ke Vikram. Pasalnya kegelapan bulan akan dimulai di wilayah kutub selatan Bulan. Masa hidup lander Vikram dan robot penjelajah Pragyaan adalah '14 -earth day 'atau' 1-lunar day ', yang akan berakhir pada 21 September.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi yang dikumpulkan oleh pendarat Vikram dan robot penjelajah Pragyaan akan sangat krusial bagi NASA. Dilansir dari Space, jika Vikram tetap tidak ada kontak, maka insiden ini akan menjadi pendarat bulan kedua yang hilang tahun ini setelah misi Beresheet Israel.
ISRO mengatakan meskipun Vikram dan Pragyaan hilang, misi Chandrayaan-2 telah menyelesaikan 90 hingga 95 persen dari misi.
Pengorbit bulan NASA sendiri dapat memberikan informasi penting untuk upaya pendaratan bulan Amerika dan ISRO di masa depan. Lunar Reconnaissance Orbiter, yang telah mengitari bulan sejak 2009, dijadwalkan terbang di atas lokasi pendaratan yang ditargetkan Vikram pada 17 September.
Foto-foto pesawat ruang angkasa dapat membantu ISRO menganalisis status pendarat saat ini dan membantu upaya berkelanjutan lembaga untuk menjalin kontak dengannya. Setelah kecelakaan Beresheet pada bulan April, LRO juga memotret situs itu.
[Gambas:Video CNN] (jnp/age)