Suzuki Nex II Lawan Honda Beat Street Pakai Ban 'Semi Trail'

CNN Indonesia | Selasa, 17/09/2019 10:50 WIB
Suzuki Nex II Lawan Honda Beat Street Pakai Ban 'Semi Trail' Suzuki NEX II Cross. (Dok.Suzuki Indomobil Sales)
Jakarta, CNN Indonesia -- Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi roda dua memodifikasi skutik termurah Nex II dengan bumbu tema petualang yang kemudian diwujudkan menjadi varian baru bernama Nex II Cross. Aplikasi skutik petualang ini bikin Suzuki ikut tren yang sudah ditunjukkan Honda pada Beat Street dan Yamaha pada X-Ride.

Beda dari Beat Street dan X-Ride yang menonjolkan aplikasi setang naked guna menyokong nuansa petualang, Suzuki memilih menonjolkan pemakaian ban semi trail pada Nex II Cross yang tidak dimiliki kedua produk itu. Setang produk baru ini tidak berubah dari versi aslinya yang lebih kalem.

Pengguna Nex II Cross bakal merasakan pengalaman baru berkendara dengan ban semi trail itu yang ukurannya 80/90 di depan dan 90/90 di belakang. Kedua ban melingkar pada pelek ukuran 14 inci.


Nex II Cross diluncurkan SIS melalui keterangan resmi kepada media pada Senin (16/9). Ada dua pilihan yang ditawarkan pada produk baru ini, yaitu versi standar yang dilego Rp15,4 juta dan versi aksesori yang banderolnya Rp16,1 juta.

Pada versi aksesori terdapat komponen tambahan seperti lampu depan LED, cas USB, meter visor (penghias instrument cluster), cover muffler (penghias knalpot), dan rim decal (stiker pelek).

Selain modifikasi yang disebut di atas, tidak ada lagi perbedaan Nex II Cross dengan model pendonornya. Bagian mesin tetap sama, yaitu 1-silinder SOHC dua katup 113 cc dengan CVT.

Nex II Cross menjadi varian termahal. Saat ini Nex II standar dijual paling murah Rp15,1 juta dan termahal Rp15,5 juta.

Departement Head of Sales & Marketing SIS R2 Yohan Yahya mengatakan Nex II Cross hadir sebagai jawaban dan solusi pemenuhan gaya pribadi. Selain itu disebut juga produk ini bisa membanggakan untuk ditunjukkan di media sosial.

"Perilaku kebiasaan generasi muda saat ini menjadi tantangan bagi Suzuki untuk bisa menjadi sarana dan fasilitas berekspresi mereka. Saat ini berpetualang tidak hanya disukai dan dinikmati oleh kalangan tertentu, dan definisi petualangan pun menjadi semakin beragam," kata Yohan. (fea)


BACA JUGA