Julie Rathbun, ilmuwan senior dari Planetary Service Institute menjelaskan perhitungan tersebut didapat berdasarkan pengamatan selama lebih dari 20 tahun. Ia mengatakan letusan kali ini sesuai dengan jadwal yang telah diperkirakan.
"Loki adalah gunung berapi terbesar dan paling kuat di Io, sangat terang dengan infra merah sehingga kita bisa mendeteksinya menggunakan teleskop di Bumi," ungkap Rathbun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Io merupakan bulan keempat terbesar di sistem Tata Surya dan satu dari 66 bulan milik Jupiter. Lo juga dikenal sebagai bulan Galileo karena pertama kali ditemukan oleh Galileo pada 1610.
Dilaporkan NASA, Io memiliki ukuran hanya sedikit lebih besar dari bulan Bumi dan seperempat diameter Bumi. Io juga menjadi benda yang paling aktif secara geologis di Tata Surya.
Lihat juga:Misi Dragonfly Mencari Kehidupan di Titan |
"(Io) adalah jenis dunia alien ini di mana kami memiliki proses-proses ini yang tidak dapat Anda pelajari di Bumi, dan jika kami dapat mempelajarinya di Io, kami dapat memperluas gagasan geofisika secara lebih umum sehingga kurang berpusat pada Bumi dan mencakup lebih banyak dunia," ungkap Kleer seperti dilansir Space.
Pesawat ruang angkasa milik NASA, Galileo sebelumnya pernah terbang mendekat ke permukaan Io dan menemukan aliran lava raksasa, danau, dan gunung berapi.
[Gambas:Video CNN] (ndn/evn)