Selang sehari berikutnya, Kamis (19/9) hujan juga turun di Kelurahan Teluk Blitung Kecamatan Merbau Kabupaten Meranti dan daerah pasir Pangarain Rokan Hulu. Upaya 'membuat' hujan buatan dilakukan sejak beberapa waktu lalu diklaim berhasil memengaruhi turunnya hujan.
Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT Tri Handoko Seto mengatakan bahwa hujan yang terjadi di Dumai pada sore hari menjelang malam. Sementara di Meranti dan Rokan Hulu hujan turun pada Kamis sore sekitar pukul 16.31 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerbangan penyemaian (sorti 2) dengan pesawat Hercules C130 mengangkut 2400 Kg NaCL, operasi dilaksanakan di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kep. Meranti.
"Total volume air pada Rabu (18/9) di Dumai tercatat mencapai 3,5 juta meter kubik. Kami mencatat Jumat (20/9) ini volume air hujan pada Kamis di Meranti dan Rokan Hulu mencapai 1,7 juta meter kubik," ucapnya.
"Tingkat kesulitan tebalnya kabut asap yang capai ketinggian 7.000-8.000 kaki dan terbentuknya lapisan awan di ketinggian 14 ribu hingga 15 ribu kaki yang menyulitkan sinar matahari masuk menembus ke permukaan bumi," katanya.
Samba mengatakan pihaknya memperkirakan potensi awan di wilayah Riau dan sekitarnya akan membaik dalam waktu 2-4 hari mendatang.
Khusus untuk penyemaian di Meranti dan Rokan Hilir, BPPT menargetkan bisa memadamkan api dan membahasi lahan gambut. Upaya hujan buatan masih dilakukan di Palalawan dan Indragiri Hulu yang masih diselimuti asap kebakaran hutan.
[Gambas:Video CNN] (ndn/evn)