Sama seperti aplikasi di negara lain, sirkuit di Jakarta statusnya sementara dan perlengkapannya bisa dipakai sampai lima kali penyelenggaraan.
Saat konferensi pers pengumuman resmi penyelenggaraan Formula E di Jakarta, Jumat (20/9), Anies belum mengungkap detail sirkuit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:RESMI: Jakarta Tuan Rumah Formula E 2020 |
PT Jakarta Propertindo (Jakpro), pihak yang berperan sebagai pembangun infrastruktur Formula E di Jakarta, menyampaikan, biaya yang dibutuhkan membangun infrastruktur Rp300 miliar - Rp350 miliar. Jumlah itu disebut masih tentatif sebab belum ada kesepakatan dengan penyelenggara Formula E, ABB Formula E Championship.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses pembangunan dikatakan selama 2-3 bulan dan dikatakan akan mulai dilakukan pada Desember 2018 atau Januari 2020. Dia juga mengungkap, panjang trek Formula E di Jakarta bakal mengikuti tempat lainnya yakni 2,8 km - 3,2 km.
"Yang jelas trek untuk formula E itu antara 2,8 - 3,2 km. Separuh Monas, itu cukup kan ada pemanfaatan jalan rayanya juga untuk treknya. Nanti ada e-village, itu untuk fun zone untuk keluarga dan anak-anak, pameran mobilnya, kemudian ada paddock, dan pit stop," ungkap Dwi selepas konferensi pers.
Menurut Dwi, Formula E di Jakarta diestimasi akan mendatangkan 30 - 35 ribu pengunjung.
Pada 2020, Indonesia bukan satu-satunya lokasi penyelenggaraan baru Formula E. Dua negara lain yang sudah dipastikan jadi tuan rumah adalah Korea Selatan (Seoul) dan Inggris (London).
Sebelumnya sudah disampaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, usulan anggaran untuk menyelenggarakan Formula E mencapai Rp1,3 triliun. Sebesar Rp360 miliar buat commitment fee dan Rp934 miliar untuk biaya penyelenggaraan.
(fea)