Biaya Sirkuit Formula E di Jakarta Capai Rp350 Miliar

fea, CNN Indonesia | Jumat, 20/09/2019 19:18 WIB
Perkiraan pembangunan sirkuit Formula E di Monas, Jakarta, sebesar Rp300 miliar - Rp350 miliar. Jakarta resmi menjadi tuan rumah balap Formula E 2020. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Formula E yang sudah dipastikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal digelar lima tahun mulai 2020 bakal memanfaatkan area Monumen Nasional (Monas) dan jalan raya di sekitarnya.

Sama seperti aplikasi di negara lain, sirkuit di Jakarta statusnya sementara dan perlengkapannya bisa dipakai sampai lima kali penyelenggaraan.

Saat konferensi pers pengumuman resmi penyelenggaraan Formula E di Jakarta, Jumat (20/9), Anies belum mengungkap detail sirkuit.


"Lokasi yang akan digunakan adalah tempat ini, lokasi Monas ini nanti menjadi lokasi yang akan dijadikan sebagai kegiatan balap mobil Formula E dan detail trek nya masih belum dituntaskan sampai nanti kita akan umumkan kemudian," ucap Anies.


PT Jakarta Propertindo (Jakpro), pihak yang berperan sebagai pembangun infrastruktur Formula E di Jakarta, menyampaikan, biaya yang dibutuhkan membangun infrastruktur Rp300 miliar - Rp350 miliar. Jumlah itu disebut masih tentatif sebab belum ada kesepakatan dengan penyelenggara Formula E, ABB Formula E Championship.

Direktur Utama Jakpro Dwi Wahyu Daryoto membeberkan sedikit rencana terkait pembangunan sirkuit. Dia menyebut desain sirkuit akan dibuat oleh pihak Formula E dan pembangunannya mesti selesai dua bulan sebelum penyelenggaraan dilakukan pada 6 Juni 2020.

Proses pembangunan dikatakan selama 2-3 bulan dan dikatakan akan mulai dilakukan pada Desember 2018 atau Januari 2020. Dia juga mengungkap, panjang trek Formula E di Jakarta bakal mengikuti tempat lainnya yakni 2,8 km - 3,2 km.

"Yang jelas trek untuk formula E itu antara 2,8 - 3,2 km. Separuh Monas, itu cukup kan ada pemanfaatan jalan rayanya juga untuk treknya. Nanti ada e-village, itu untuk fun zone untuk keluarga dan anak-anak, pameran mobilnya, kemudian ada paddock, dan pit stop," ungkap Dwi selepas konferensi pers.

Menurut Dwi, Formula E di Jakarta diestimasi akan mendatangkan 30 - 35 ribu pengunjung.

Formula E merupakan balapan internasional yang tersertifikasi asosiasi otomotif internasional FIA (Fédération Internationale de l'Automobile). Menurut Ikatan Motor Indonesia, Indonesia terakhir kali menggelar balapan sekaliber FIA pada 22 tahun yang lalu.

Pada 2020, Indonesia bukan satu-satunya lokasi penyelenggaraan baru Formula E. Dua negara lain yang sudah dipastikan jadi tuan rumah adalah Korea Selatan (Seoul) dan Inggris (London).

Sebelumnya sudah disampaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, usulan anggaran untuk menyelenggarakan Formula E mencapai Rp1,3 triliun. Sebesar Rp360 miliar buat commitment fee dan Rp934 miliar untuk biaya penyelenggaraan.

(fea)