Sebab menurut Guntur, film yang ditayangkan di bioskop tidak cukup untuk menggaet penonton karena tidak bertahan lama.
"Strategi kita adalah membantu para kreator konten untuk memonetisasi hasil karya mereka, misal lewat film. Film itu selama ini outlet distribusinya hanya melalui bioskop," ucapnya kepada awak media di Jakarta, Kamis (19/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyoal 'demam' DVD bajakan yang sempat diakses masyarakat untuk menonton film bioskop, Guntur mengatakan kemunculan layanan video-on-demand bisa dinikmati masyarakat hingga ke daerah pelosok.
Guntur mengatakan untuk mendukung pembuat konten, Hooq membuka kompetisi musim ketiga. Ia menyebut tahun ini pihaknya menambah investasi sebesar 30 persen atau menjadi US$40 ribu untuk pengembangan episode percontohan kompetisi Hooq Filmmakers Guild.
[Gambas:Video CNN] (din/evn)