Kemenperin Ungkap Masa Depan Nissan dan Datsun

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 24/09/2019 09:02 WIB
Kemenperin Ungkap Masa Depan Nissan dan Datsun Generasi baru Nissan Livina. (Foto: Dok. Nissan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bicara kegiatan bisnis Nissan dan Datsun di masa depan. Menurut Kemenperin, perusahaan otomotif Nissan Motor Indonesia (NMI) akan menggunakan satu dari dua fasilitas pabrik NMI di Karawang, Jawa Barat untuk memproduksi mesin Livina dan Xpander.

Nissan sebelumnya punya dua pabrik produksi yang berlokasi di daerah Jawa Barat yang memiliki kemampuan memiliki line produksi mesin dan transmisi. Satu pabrik digunakan untuk memproduksi mobil Nissan, satunya lagi yang dibangun pada 2014 untuk produksi Datsun.

Sementara itu satu pabrik tidak lagi memproduksi seri Livina sejak Februari 2019. Artinya satu pabrik untuk memproduksi model-model Datsun.


"Sejak Maret 2019 fasilitas produksi plant 1 dihentikan produksinya," kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika melalui pesan singkat, Senin (23/9).

Putu menjelaskan pabrik Nissan berhenti beroperasi sebuah strategi menyambut model baru Livina pada Februari 2019. Livina menjadi model terakhir Nissan yang dirakit lokal sebelum akhirnya dialihkan ke pabrik Mitsubishi Indonesia di Greenland International Industrial Center (GIIC), Bekasi, Jawa Barat.

"Jadi Livina dirakit di PT MMKI (Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia [divisi pabrik Mitsubishi Indonesia]," ucap Putu.

Putu meyakini, mulai 2020 plant 2 Nissan yang saat ini masih memproduksi mobil Datsun juga bakal digunakan untuk merakit mesin 'mobil kembar' Livina dan Xpander.

"Pada 2020, fasilitas produksi plant 2 akan digunakan untuk memproduksi mesin Livina dan Xpander," imbuh Putu.

Putu tidak mau menjawab pertanyaan mengenai nasib pekerja pabrik Nissan Indonesia di plant 1.

Head of Communication NMI Hana Maharani dan Kepala Marketing dan Bisnis Unit Datsun Indonesia Christian Abraham yang dihubungi belum merespons dan memberikan keterangan.

Sebelumnya dikabarkan bahwa Nissan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 12.500 karyawan di seluruh dunia hingga 2022. NMI disebut-sebut melakukan PHK untuk 850 karyawan. NMI buka suara jika langkah ini untuk optimalisasi produk di Indonesia.

"Seperti yang disampaikan CEO Hiroto Saikawa, sebagai bagian dari upaya kami untuk memperbaiki operasi dan efisiensi investasi," kata Presiden Direktur NMI Isao Sekiguchi beberapa waktu lalu. (ryh/mik)