Gaikindo Sampaikan Pandangan Pasca Demo Mahasiswa Ricuh

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 24/09/2019 19:42 WIB
Gaikindo Sampaikan Pandangan Pasca Demo Mahasiswa Ricuh Demo mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR, Selasa (24/9). (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengaku optimistis penjualan otomotif dalam negeri stabil meski masih terjadi gejolak aksi massa di sejumlah wilayah di Indonesia.

Aksi massa terbaru protes mahasiswa terkait Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP), UU KPK, RUU Pertanahan, dan RUU Ketenagakerjaan.

Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengatakan pihaknya agak dilema dengan aksi demo mahasiswa kali ini. Namun ia berharap demo tidak mengulang sejarah 98 yang saat itu masyarakat meneriakkan 'reformasi' akibatnya terjadi krisis ekonomi yang meluas.


Demo yang melibatkan sejumlah universitas kali ini diyakini bisa mereda dan tidak berlangsung lama hingga mempengaruhi penjualan otomotif di Indonesia. Jongkie meyakini ada perbedaan antara demo mahasiswa selama dua hari terakhir dan 21 tahun silam.

"98 itu memang penjualan anjlok. Tapi bukan karena demo, karena dulu juga krisis moneter," kata Jongkie melalui telepon, Selasa (24/9).

Jongkie bercerita saat itu penjualan otomotif turun drastis. Pada 1998, penjualan otomotif anjlok dari 300 ribu unit menjadi 50 ribu unit. Ia menilai masyarakat tidak terpikir untuk membeli mobil akibat krisis keuangan.

"Penjualan dari 300 ribuan turun jadi 50 ribu pada 98. Habis-habisan. Saat itu orang memang tidak mikirin beli mobil lain lagi ceritanya," ucap Jongkie.

Sementara itu Jongkie tidak ingin berkomentar lebih jauh terkait panasnya suhu politik di Indonesia beberapa hari terakhir.

"Tidak ada saya tidak bisa komen saat ini," pungkasnya.

Anggota Gaikindo lain juga memilih diam dan menolak berkomentar melihat gejolak massa yang terjadi di Indonesia, termasuk Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

"Kalau demo Indonesia ricuh ekonomi dan penjualan semua sektor terganggu, bukan hanya otomotif," ujar Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra. (ryh/mik)