Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma Fajar Adriyanto mencoba membandingkan harga Esemka dan merek Jepang lain, menurutnya harga yang ditawarkan Esemka lebih terjangkau.
"Karena Kasau (Kepala Staf TNI AU) memberi saran ke Ketua Inkopau, dengan budget yang ada karena merek lain, Jepang hanya 25 unit," kata Fajar saat CNNIndonesia hubungi, Selasa (24/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Indonesia, Bima punya penantang dari beberapa pemain lawas antaranya Daihatsu Gran Max dengan harga mulai Rp133,9 juta, DFSK Super Cab mulai Rp128,9 juta, dan Suzuki Carry mulai Rp138,6 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus bukan sekadar murah juga, kami lihat spesifikasi. Karena ini akan digunakan di landasan. Nah ini spesifikasi pas yang 1.300 cc, lagi pula produksi dalam negeri juga," ucap dia.
Dijelaskan Fajar penyesuaian warna dan tambahan lain untuk pikap Bima dikerjakan oleh TNI AU.
"Jadi kalau dari Esemka itu tetap warna putih, ya standar aja. Nanti ganti warna sampai penambahan lampu dari kami. Mungkin 5 Oktober sudah digunakan operasional," tutup Fajar. (ryh/mik)