Spesifikasi Water Cannon di Demo Mahasiswa

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 24/09/2019 20:05 WIB
Spesifikasi Water Cannon di Demo Mahasiswa Kendaraan water cannon diproduksi perusahaan Pindad dan asal Korea Selatan, Daejicar.. (Foto: CNNIndonesia/Gilang Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian RI menurunkan kendaraan pengurai massa water cannon dalam unjuk rasa hari ini Selasa (24/9) di depan kantor DPR/MPR, Senayan, Jakarta.

Sesuai namanya kendaraan ini punya alat penyemprot air dengan daya tinggi untuk membubarkan massa pedemo, dengan jarak semburan 50 meter. Salah satu produsen Water Cannon di Indonesia yaitu Pindad, yang merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Buatan Pindad ini punya ukuran panjang 7,7 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 3 meter. Truk ini punya sistem gerak 4x4, bermesin diesel dengan perpaduan transmisi manual.


Menurut Pindad dalam situs resminya, kecepatan maksimal truk seberat 16 ton itu mencapai 80 km per jam.

Di atas kendaraan terdapat dua alat penyemprot untuk mengarahkan air ke kerumunan massa. Alat itu terletak di bagian atap depan dan bisa digerakkan dari dalam kabin.

Water Canon ini mampu menampung air sebanyak 5.000 liter.

Selain Pindad, Kepolisian RI juga mengimpor water cannon dari asal Korea Selatan, Daejicar.

Menurut situs resminya, kendaraan buatannya sudah lapis baja. Dapur pacunya disokong mesin diesel 11.051 cc yang mampu menggerakan bobot water cannon seberat 16 ton.

Beda dari buatan Pindad, racikan Korea Selatan penggeraknya 4x2 dengan transmisi 6 percepatan. Di kabinnya mampu menampung lima personel kepolisian.

Kapasitas tangki bisa menampung 6.500 liter air. Buatan Korea Selatan ini juga meletakkan selang pada bagian atap kabin untuk menyemburkan air yang dapat dioperasikan melalui joystick yang tersimpan dalam kabin

Selain kebal peluru, truk ini sudah mengadopsi ban jenis run flat tire masih bisa melaju kendati ban kempis atau tak ada udara. Selain satuan Sabhara, water cannon kabarnya juga digunakan oleh Korps Brimob Polda maupun Polres di seluruh Indonesia. (ryh/mik)