"Jangan menyepelekan GenZ dan K-Poppers. Mereka juga sangat concern dengan masalah bangsa. Dengan cara mereka sendiri. Dengan balutan kreativitas dan minat mereka akan Kpop," tambahnya.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Sementara para K-Poppers dan Gen-Z mendukung tagar #DiperkosaNegara. Tagar #ReformasiDikorupsi didukung oleh kelompok aktivis.
Drone Emprit pun memberikan data jumlah cuitan yang mendukung tagar-tagar ini. Tagar Reformasi Dikorupsi dari para aktivis mendapat dukungan dengan volume terbanyak, disusul dengan #TurunkanJokowi dari para oposisi, dan tagar #DiperkosaNegara milik K-Poppers x Gen-Z di posisi ketiga.
Sementara pada narasi #DiperkosaNegara para pendukung tagar ini memposisikan diri sebagai supporter, pendukung para mahasiswa yang terjun ke lapangan.
"Bahkan @awkarin sendiri turut terjun, bersama para GenZ yang baru kuliah," jelas Ismail, seperti dikonfirmasi CNNIndoensia.com, Rabu (25/9).
[Gambas:Twitter]
Menariknya, akun vlogger @awkarin dan @BEAUTIFULYOONGO menjadi dua akun yang sangat berpengaruh di kluster Gen-Z dan K-Poppers. Kedua akun ini mendapat respon yang paling besar dari akun lainnya.
[Gambas:Twitter]
Menurutnya, cara dukungan generasi Z dan Kpopers terhadap aksi mahasiswa pun menurut Ismail tergolong unik. Sebab, mereka memberikan dukungan tanpa meninggalkan minat mereka atas K-Pop.
Aksi demonstrasi mahasiswa kali ini pun menurutnya berhasil membuat GenZ dan Kpoppers belajar tentang sebagian masalah bangsa terkait hukum, keadilan, dan korupsi.
"Jalan pun bisa jadi ruang kelas," tutupnya. (eks)