Gas yang dikeluarkan peluru ini juga kerap membuat iritasi kulit, pendarahan, dan yang paling parah menyebabkan kebutaan. Iritasi kulit yang disebabkan oleh bahan kimia gas ini dirasakan seperti rasa pedih di mata, kulit, mulut, paru-paru, dan organ lain yang terkena asap tersebut.
Encyclopedia Britannica menuliskan gas air mata pertama kali digunakan dalam Perang Dunia I dalam perang kimia. Namun, karena efeknya jangka pendek dan jarang melumpuhkan, gas itu mulai digunakan oleh lembaga penegak hukum sebagai sarana untuk membubarkan gerombolan, melumpuhkan perusuh, dan membuang tersangka bersenjata tanpa penggunaan kekuatan yang mematikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, secara teknis zat tersebut bukan berbentuk gas melainkan bubuk yang mengembang ke udara sebagai kabut halus.
Jordt menjelaskan gas air mata ini dapat menyebabkan kelumpuhan otot hingga berakhir mati lemas karena kandungan gas sarin. Secara khusus, semua gas air mata mengaktifkan salah satu dari dua reseptor rasa sakit, TRPA1 atau TRPV1.
Lihat juga:Situs KPAI Diretas |
"Mereka sebenarnya tersebar dengan membakar dan menempel pada kulit atau pakaian dan dapat bertahan untuk sementara waktu," kata Jordt.
Zat tersebut bereaksi secara kimia dengan biomolekul dan protein pada tubuh manusia yang dapat menyebabkan sensasi terbakar parah.
Kategori kedua dari agen gas air mata adalah semprotan merica dan mengaktifkan reseptor rasa sakit TRPV1. Ini sebagian besar berasal dari capsaicin, senyawa rempah dalam cabai.
Ada dua senyawa yang umum digunakan dalam kategori ini yakni Gas OC, larutan capsaicin alami, dan PAVA, campuran capsaicin sintetis
"Ini memiliki lebih sedikit reaksi kimia atau alergi, tetapi dapar menyebabkan lecet kornea jika menembaknya langsung ke mata seseorang."
Efek jangka panjang dari segala jenis gas air mata tidak diketahui, terutama jika korban terpapar dalam waktu singkat dan jarang.
Zat yang paling sering digunakan sebagai gas air mata adalah senyawa halogen organik sintetik. Dua gas air mata yang paling sering digunakan adalah ω-chloroacetophenone, atau CN, dan o-chlorobenzylidenemalononitrile, atau CS.
CN adalah komponen utama dari agen aerosol Mace dan banyak digunakan dalam pengendalian kerusuhan. Ini mempengaruhi terutama mata.
CS adalah iritan yang lebih kuat yang menyebabkan sensasi terbakar di saluran pernapasan dan menutup mata secara tak disengaja, tetapi efeknya hilang lebih cepat, setelah hanya 5 hingga 10 menit menghirup udara segar.
Senyawa lain yang digunakan atau disarankan sebagai gas air mata termasuk bromoaseton, benzil bromida, etil bromoasetat, xylyl bromide, dan α-bromobenzyl sianida.
Efek gas air mata bersifat sementara dan reversibel dalam banyak kasus. Masker gas dengan filter arang aktif memberikan perlindungan dari gas air mata. (eks/age)