Wuling Pastikan Chevrolet Captiva Tak Dijual di Indonesia

Febri Ardani, CNN Indonesia | Rabu, 25/09/2019 14:17 WIB
Wuling Pastikan Chevrolet Captiva Tak Dijual di Indonesia Chevrolet Captive merupakan rebadge Wuling Almaz. (Foto: CNN Indonesia/ Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemanufaktur dan pemegang merek Wuling, SGMW Motor Indonesia, memastikan, generasi kedua Chevrolet Captiva yang diproduksi di pabrik mereka di Cikarang, Jawa Barat, tidak akan dijual di Indonesia. Hal ini mematikan peluang General Motors (GM) Indonesia melanjutkan penjualan Captiva yang sudah menawarkan generasi pertamanya sejak 2007.

Generasi kedua Captiva merupakan model ekspor pertama SGMW Motor Indonesia, seremonialnya sudah dilakukan pada Rabu (25/9). Rencananya model ini akan dikapalkan sebanyak 2.600 unit hingga akhir tahun ke Thailand, Brunei Darussalam, dan Fiji.

Generasi kedua Captiva merupakan model rebadge Wuling Almaz yang sudah diproduksi SGMW Motor Indonesia sejak awal tahun ini. Bila ditelusuri lagi riwayatnya, Captiva dan Almaz merupakan rebadge dari mobil China Baojun 530.


"Dan saat ini untuk Almaz pastinya menggunakan merek wuling jadi tidak akan ada bentuk Captiva yang bekerja sama dengan GM untuk dijual di Indonesia," ucap Xu Feiyun, Presiden SGMW Motor Indonesia usai seremonial ekspor.

Menurut Xu, SGMW Motor Indonesia dan GM Indonesia punya pegangan bisnis yang berbeda meski keduanya memiliki saham yang dipunyai prinsipal GM di Amerika Serikat.

Pada 2018, GM Indonesia sudah menyatakan berhenti mengimpor Captiva dari Thailand. Hal ini berkaitan dengan peralihan desain Captiva ke generasi kedua yang diputuskan dikerjakan di China.

Pada generasi pertama Captiva dibuat berdasarkan platform bernama Theta yang dipakai Opel Antara. Platform itu sudah tidak bisa lagi dimanfaatkan setelah GM melepas kepemilikan Opel kepada PSA dari Prancis pada 2017.

Pengembangan generasi kedua Captiva diserahkan kepada perusahaan patungan GM di China bersama SAIC Motor dan Liuzhou Wuling Motors Co Ltd, yaitu SGMW Automobile. SGMW Automobile merupakan induk perusahaan SGMW Motor Indonesia.

Generasi kedua Captiva diputuskan memakai platform global mobil China Baojun 530 yang dihasilkan SGMW Automobile.

Yuniadi H. Hartono, Chevrolet External Affairs and Communications Director GM Indonesia pernah menyatakan keputusan pihaknya berhenti menjual Captiva dan tidak melanjutkan penjualan generasi keduanya atas dasar permintaan pasar.

Sebetulnya sih ini cuma fokus saja karena kita kan di sini ada dua jenis SUV, Trailblazer dan Trax. Keduanya juga umurnya kan baru dua tahun, (pembaruan) baru diluncurkan 2017 kemarin," kata Yuniadi saat dihubungi, Jumat (13/9). (fea/mik)