Edward mencontohkan jika pemodal ventura menyuntikkan dana untuk startup di fase pendanaan awal (early stage) mengembangkan bisnis mereka bisa berisiko tinggi, kendati nominalnya sedikit.
"Risiko sudah pasti ya tapi terukur. Artinya bergantung pada dia [pemodal] investasi di tahap seed round atau seri A. Karena berisiko lebih tinggi [gagal] namun dan yang dibutuhkan sedikit," ucap Edward saat dihubungi CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait pendanaan, startup di tahap pendanaan awal (seed round) kerap membidik investasi di kisaran Rp500 juta hingga Rp2,5 miliar. Pendanaan tahap awal ini dilakukan untuk mencari tahu potensi dan mengidentifikasi calon pengguna sesuai dengan produk yang dikembangkan.
Pendanaan yang dikantongi pada seri C kerap digunakan untuk ekspansi produk dan membuka cabang secara nasional maupun internasional. Nominal pendanaan yang diberikan juga terhitung besar yakni Rp30 miliar hingga Rp1 triliun.
Edward mengatakan ada beberapa hal yang menjadi tolak ukur bagi investor sebelum menyuntikkan dana untuk startup. cara pendiri atau CEO memimpin perusahaan dan ukuran pasar (market size) yang ditawarkan menjadi dua dari sejumlah poin pertimbangan.
"Kalau dari Ideosource biasanya ada 10 hal yang penting, misalnya pendirinya bagaimana dan market size-nya baik atau tidak. Pendiri startup itu penting dilihat karena ibarat dia nahkoda kapal untuk memimpin perusahaan agar berkembang terus," jelasnya. (din/evn)