Kasus ini mencuat lantaran Denny gencar mengkritisi aksi yang dilakukan anak STM yang berakhir dengan kerusuhan kemarin (25/9). Pada akhir cuitannya, Denny memberikan kritik tajam.
"Ngeliat para pelajar yang demo rusuh itu, gampang kemakan hoaks & provokasi. Kok gua jadi setuju ya ada konsep bela negara, dimana lulusan SMA sederajat harus ikut pendidikan ala militer seperti di beberapa negara maju. Biar dilatih jadi lelaki oleh TNI dan ngga tumbuh jadi banci," cuitnya.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Dalam tagar tersebut, ada juga yang mengingatkan agar siswa STM ini tidak mudah teralihkan isu.
[Gambas:Twitter]
Setelah itu, tagar ini terus merayapi tren terpopuler di Twitter sejak dini hari hingga merajai tren perbincangan terpopuler di Indonesia pagi ini.
Denny Siregar dikenal sebagai penulis. Ia pun dikenal kerap memberikan komentar dan kritik lewat akun Twitter @Dennysiregar7.
"Para suporter itu menghabisi seseorang sambil berzikir "Tiada Tuhan selain Allah.." Entah apa yang ada di dalam mereka semua . Apa karena keseringan melihat ISIS menggorok manusia?" cuit Denny. Namun, unggahan itu lantas dihapus Denny.
Menanggapi hal tersebut, Denny tak mau ambil pusing dan menilai laporan ke polisi atas dirinya itu tak memiliki dasar bukti yang dapat memberatkannya. (eks)