Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia Igun Wicaksono mengakui telah tersiar selama beberapa hari terakhir ajakan buat para ojol untuk mengepung kompleks parlemen di Senayan, Jakarta Selatan. Ajakan itu disebut beredar melalui grup WhatsApp komunitas pengemudi ojol, edaran elektronik, dan media sosial.
Lihat juga:Alasan Massa Ojol Demo di Kedubes Malaysia |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sikap tidak mengerahkan massa oleh Garda Indonesia yang disebut Igun membawahi lebih dari 1.000 ojol ini juga dikatakan untuk menghindari pihak-pihak dengan kepentingan tertentu yang ingin memanfaatkan ojol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gelombang baru melibatkan sejumlah kelompok masyarakat dari berbagai kalangan. Kata Wiranto kelompok itu berasal dari Islam radikal, pengemudi ojek, buruh, hingga pendukung tim sepakbola.
"Gerakan ini harus waspadai karena akan mengerahkan Islam radikal garis keras. akan digerakkan ke sana. Melibatkan suporter bola kaki juga, kemudian teman-teman buruh. Juga tukang ojek dan para medis, bahkan para medis sudah diberi penyesatan," kata Wiranto dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Kamis (26/9). (ryh/fea)