Deputi bidang Geofisika BMKG, Muhamad Sadly mengatakan kabar tersebut sebagai hoaks. Mengingat hingga kini belum ada teknologi yang bisa memprediksi gempa bumi dengan tepat, akurat, kapan, di mana, dan kekuatannya.
"Terkait dengan isu yang akan terjadi gempa besar dan tsunami di Ambon, Teluk Piru, dan Saparua adalah tidak benar atau hoaks," tulisnya melalui keterangan resmi, Jumat (27/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:BMKG Ungkap Penyebab Gempa Bumi Ambon |
BMKG mengimbau masarakat tidak terpancing isu atau berita bohong yang beredar dan tidak dapat dipertangungjawabkan kebenarannya.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif lokal," kata Daryono saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (27/9).
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,43 derajat LS dan 128,46 derajat BT, atau tepatya berlokasi di darat pada jarak 15,3 km arah Tenggara kota Kairatu atau berjarak 43 km arah Timur Laut kota Ambon, Provinsi Maluku di kedalaman 10 km.
"Menurut informasi dirasakan dari masyarakat dan shakemap BMKG dampak gempa bumi dirasakan di daerah Kairatu, Haruku, Tihulae, Latu, dan Ambon dalam skala intensitas V-VI MMI. Wilayah ini berpotensi terjadi kerusakan," ujarnya. (evn)