Untuk memadamkan titik-titik api karhutla selama seminggu terakhir, Djati menyebut KLHK mengupayakan lewat tiga hal. Pertama upaya pemadaman darat oleh satgas Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD. Kedua lewat Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), serta ketiga upaya pemadaman api menggunakan bom air (water bombing).
"Yang sangat menentukan adalah water bombing karena modifikasi cuaca sangat tergantung potensi awan yang bisa menjadi hujan," tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini kita masih melakukan pemadaman darat, dan TMC, dan Alhamdulillah di beberapa wilayah sudah mulai turun hujan. Harapannya mudah-mudahan pertengahan bulan Oktober sudah berhasil dipadamkan semua," ucapnya.
Kementerian KLHK menyebutkan saat ini 90 persen titik api karhutla sudah turun dalam lima hari terakhir di seluruh wilayah Indonesia. Sebelumnya, berdasarkan data jumlah titik api yang dilihat dari Satelit Modis Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan terdapat 1.374 titik api yang meneyebar di seluruh Indonesia pada hari Senin (23/9) lalu. (ara/eks)