Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) mengatakan operasi TMC terus dilakukan untuk menangani Karhutla di Sumatera dan Kalimantan.
"Kami terus pantau akuntabilitas keberhasilan operasi TMC dari beberapa Posko TMC BBTMC ," kata Kepala BBTMC Tri Handoko Seto dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (1/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala BPPT Hammam Riza menjelaskan bahwa penyemaian kapur tohor aktif atau Kalsium Oksida (CaO) dan Garam atau Natrium Klorida (NaCl) dalam operasi TMC telah dilakukan secara optimal untuk bisa mengatasi bencana Karhutla ini.
Hammam mengatakan hasil TMC juga berdampak pada mulai turunnya jumlah titik api atau hotspot serta membaiknya jarak pandang di wilayah terdampak Karhutla.
"Jumlah titik hotspot pun mulai berkurang ya dan bagusnya sekarang jarak pandang sudah mulai kembali normal, artinya masyarakat sudah mulai bisa melakukan aktivitasnya seperti biasa," jelas Hammam.
Lebih lanjut Hammam menekankan dalam mengatasi Karhutla, BPPT melakukan sinergi dengan lembaga terkait seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI AU, dan unsur terkait lainnya
"Kami akan terus memantau wilayah-wilayah tersebut untuk mengantisipasi agar hotspot tidak bertambah, dan kami akan tetap bersinergi dengan BMKG dan BNPB," pungkasnya. (jnp/age)