Dilansir dari Engadget, filter ini bekerja dengan mendeteksi isi pesan, apabila mengandung kata-kata yang dirasa negatif, maka pengguna tak perlu membuka dan dapat langsung menghapusnya. Pesan-pesan yang tak diinginkan tersebut secara otomatis akan tersimpan di sebuah folder dalam DM bernama "additional messages".
"Kami menguji, dan ternyata filter membantu Anda memotong kebisingan untuk menemukan permata. Siapa yang tahu. Jadi kami meluncurkan filter ini untuk semua orang di iOS, Android, dan web!" tulis akun resmi Twitter dalam cuitannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesan-pesan negatif maupun spam tersebut kerap kali didapatkan oleh pengguna yang membuka akses DM-nya untuk publik. Artinya, siapa saja yang memiliki akun Twitter dapat mengirim pesan tanpa harus mengikutinya.
Walau demikian, fitur ini juga dianggap dapat membungkam opini ataupun kesempatan seseorang memeriksa kebenaran dari suatu cuitan. Twitter kemudian mengklaim sejak dirilis Juli lalu di Kanada, pengguna Twitter memanfaatkan fitur tersebut untuk menyembunyikan balasan pesan yang tidak relevan dan kasar. (ndn/age)