Sebuah suar yang disebut suar Seyfert awalnya berukuran kecil yang berada di dekat pusat galaksi yang didominasi oleh lubang hitam supermasif. Suar ini kemudian diketahui melebar saat melintas di galaksi.
Peneliti meyakini aktivitas nuklir yang terhubung ke lubang hitam menjadi pemicu ledakan besar tersebut. Dibandingkan matahari, lubang hitam yang disebut Sagitarius A atau Sgr A* ini memiliki ukuran 4,2 juta kali lebih besar dari matahari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti memperkirakan ledakan itu terjadi 3,5 juta tahun lalu, saat leluhur manusia purba seperti Australopithecus berada di Afrika. Tabrakan asteroid ini menjadi penyebab punahnya dinosaurus pada 63 juta tahun sebelumnya. Ledaka tersebut terjadi selama sekitar 300 ribu tahun.
"Temuan ini mengubah pemahaman kita secara dramatis mengenai Bimasakti. Hasil riset baru ini bukannya membuka kemungkinan penafsiran ulang yang lengkap mengenai evolusi dan sifatya. Peristiwa ledakan tiga juta tahun lalu begitu kuat sehingga memberikan konsekuensi pada galaksi kita," ungkap Magda Guglielmo, peneliti dari University of Sydney.
Tim peneliti menggunakan teleskop luar angkasa Hubble untuk memahami dan menghitung ledakan. Hasil temuan ini akan dipublikasikan di The Astropysical Journal.
[Gambas:Video CNN] (evn)