6.000 Pekerja GM di Meksiko Dirumahkan Sementara

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 03/10/2019 18:55 WIB
6.000 Pekerja GM di Meksiko Dirumahkan Sementara Aksi demo pekerja General Motors di Amerika Serikat. (Foto: JEFF KOWALSKY / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- General Motors (GM) terpaksa merumahkan sementara 6.000 pekerja di Meksiko imbas dari aksi mogok kerja buruh GM di Amerika Serikat (AS). Mogok kerja dilakukan buruh yang tergabung dalam United Auto Workers (UAW) karena GM dan UAW belum menemukan kata sepakat.

Juru bicara GM mengatakan bahwa 'PHK' sementara ini untuk pabrik perakitan dan pembuat transmisi di Silao, Meksiko Tengah. Menurut pabrikan PHK dilakukan karena suplai suku cadang dari Amerika Serikat tersendat.

Para pekerja di Silao bakal kembali bekerja setelah situasi kondusif, sementara para buruh pekerja yang dirumahkan akan tetap menerima gaji, namun hanya 55 persen. Perusahaan menegaskan tidak ada satu pun pekerja di Meksiko yang diberhentikan secara permanen.


Seorang buruh di pabrik General Motors, Amerika Serikat.Seorang buruh di pabrik General Motors, Amerika Serikat. (Foto: JEFF KOWALSKY / AFP)
"Kami sedang mengevaluasi situasi sehari-hari dan berharap untuk segera memulihkan operasi normal, dalam hitungan hari," kata juru bicara GM Teresa Cid mengutip AFP, Rabu (2/10).

Dua pabrik di Silao dijadikan GM untuk memproduksi pikap GMC dan Chevrolet.

Di fasilitas Kanada dan pabrik Ohio, tempat GM mengoperasikan usaha patungan dengan Isuzu untuk membuat mesin diesel sebelumnya telah merumahkan lebih dari 3.000 pekerja.

Masih dalam laporan AFP, ini merupakan pekan ketiga hampir 50 ribu pekerja GM di AS mogok karena masalah sengketa kontrak kerja.

Para buruh juga beralasan pemogokan ini buntut dari keputusan GM November 2018 lalu yang secara efektif menutup lima pabrik di Amerika Utara.

Laporan JPMorgan Chase memperkirakan pemogokan kerja sejauh ini membuat GM merugi hingga US$1 miliar. (ryh/mik)