"Seiring mekarnya bunga Rafflesia, ada satu koleksi tanaman langka lainnya yg akan mekar juga yaitu Amorphophallus gigas Teijsm. & Binn," seperti dicuitkan LIPI, Rabu (2/10).
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penjelasannya, LIPI menyebut spesies Amorphophallus ini berasal dari keluarga talas-talasan. Ia memiliki tonggol (spadix) atau bagian menjulang tinggi ke atas. Bagian pelindungnya yang mekar disebut braktea
Sementara Amorphophallus adalah tanaman utuh yang bisa mencari makan sendiri tanpa tanaman inang. Ia pun memiliki umbi, batang, dan akar sendiri.
Perbedaan lain terletak pada bentuk kedua bunga bangkai itu sendiri. Rafflesia Rafflesia berupa bunga raksasa yang pendek dan melebar kesamping. Sementara Amorphophallus yang tumbuh menjulang.
"Rafflesia memiliki lubang besar di tengah dan kelopaknya yang indah berwarna merah bata," cuit akun resmi LIPI itu lagi.
[Gambas:Twitter]
Bunga bangkai (Amorphophallus) mengeluarkan bau busuk yang muncul pada waktu bunga mekar. Bau busuk ini untuk menarik perhatian bagi jenis-jenis serangga. Kehadiran serangga ini dapat membantu penyerbukan tumbuhan langka tersebut, seperti tertulis dalam laporan penelitian bunga bangkai Amorphophallus Titanum MIPA UNS.
Dalam laman WWF disebutkan terdapat sekitar 170 spesies bunga bangkai di seluruh dunia. Spesies yang terkenal di Indonesia diantaranya adalah Amorphophallus titanum, Amorphophallus gigas, Amorphophallus decussilvae, Amorphophallus beccarii, Amorphophallus campanulatus, Amorphophallus oncophyllus. (eks)