Oleh karena itu, Kepala Subbidang Mitigasi Gunungapi, PVMBG, Devy Kamil Syahbana mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap gunung api yang memiliki aktivitas vulkanik tinggi.
"Indonesia memiliki 127 gunung api aktif yang tersebar di jalur magmatic sepanjang 7 ribu kilometer terdapat 4 juta jiwa yang tinggal di kawasan rawan bencana.," kata Devy usai diskusi Forum Merdeka Barat 9, Rabu (2/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari 22 gunung api, delapan gunung api mengalami erupsi," kata Devy.
"Erupsi secara eksplosif dalam artian bahwa ada material yang dilontarkan ke atas," kata Devy.
Devy mengatakan pemantauan gunung api dilakukan secara visual dan instrumental. Pengamatan dilakukan dengan peralatan berupa seismometer, deformasi GPS, pengukuran biokimia, serta menggunakan pesawat tanpa awak (drone) untuk melihat kondisi kawah dan melakukan analisis data dari satelit.
"Ini dilakukan setiap hari untuk untuk memastikan bahwa masyarakat aman. Kita harus melakukan monitoring setiap hari," kata Devy.
Devy mengutarakan data-data yang dikumpulkan PVMBG bisa diakses melalui aplikasi Magma Indonesia. Ia mengatakan pihaknya menyebarkan informasi secara terus-menerus agar masyarakat di sekitar gunung api bisa mendapatkan peringatan dini dengan cepat.
"Kita melakukan diseminasi informasi secara kontinu ke masyarakat supaya masyarakat kapan pun bisa mengetahui apa yang harus dilakukan karena yang paling penting adalah peringatan dini," ujarnya.
Aplikasi Magma akan memberikan informasi mengenai daerah-daerah aman untuk menghindari bencana gunung meletus.
[Gambas:Video CNN] (jnp/eks)