"Pterosaurus memiliki lebar sayap sekitar 4 meter dan panjang kepada 60 sentimeter. Spesies ini merupakan pemangsa yang ganas dan dijuluki Ferrodraco lentoni atau naga besi," kata Ahli Paleontologi Universitas Swinburne, Adele Pentland dikutip Fox News.
Kerangka fosil yang ditemukan terbilang cukup terawat. Pentland dan tim menemukan bagian rahang atas dan bawah, lima tulang leher, bagian dari kedua sayap dan gigi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, peneliti paleontologi dari Universitas California menemukan fosil reptil terbang jenis pterosaurus yakni Crydrakon boreas yang hidup di bagian barat Kanada sekitar 76 juta tahun yang lalu.
Para peneliti meyakini sayap Crydrakon boreas membentang hingga 30 kaki atau sekitar 9 meter dan tingginya mencapai 8 kaki atau 2 meter.
"Jenis pterosaurus ini sangat langka dan sebagian besar spesimen hanya satu tulang. Spesies baru ini memberi tahu kami bagaimana mereka terbang dan bagaimana mereka hidup," kata Ahli Paleontologi Universitas California, David Hone.
"Pterosaurus termasuk hewan terbang terbesar sepanjang masa. Anatomi mereka memegang petunjuk penting terkait batas penerbangan hewan dan mungkin dapat menjadi bahan desain mekanik yang terinspirasi dari kajian sains," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN] (din/age)