Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan tingginya aktivitas tektonik ini disebabkan oleh zona subduksi megathrust dan sesar aktif.
"Total gempa bumi tektonik yang terjadi sepanjang bulan September sebanyak 924 kali. Total jumlah gempa ini meningkat drastis jika dibanding bulan Agustus 2019 yang hanya sebanyak 673 kali gempa," kata Daryono saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (7/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aktivitas gempa signifikan ini juga mengalami peningkatan karena bulan sebelumnya hanya terjadi sebanyak 22 kali gempa," kata Daryono.
Daryono mengatakan wilayah Indonesia terdapat lebih dari 295 sesar aktif, termasuk yang belum teridentifikasi hingga saat ini.
Sumber gempa subduksi megathrust di antaranya adalah Subduksi Sunda yang jalurnya mencakup sebelah barat Sumatra dan selatan Jawa, Bali, NTB, dan NTT.
Selain itu masih ada zona subduksi megathrust lain seperti Subduksi Banda, Sulawesi Utara, Lempeng Laut Maluku, Lempeng Filipina, dan utara Papua. (jnp/eks)