Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI Cahyo Rahmadi mengatakan metode citizen science memungkinkan semua pihak berkontribusi menjadi relawan dalam bidang penelitian.
"Saat ini citizen science memungkinkan semua pihak bisa berkontribusi untuk ilmu pengetahuan. Kami memang belum mempunyai mekanisme seperti itu namun akan kami kembangkan segera," kata Cahyo kepada awak media di kantor LIPI, Cibinong, Jawa Barat, Selasa (8/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Citizen science biasanya berbasis aplikasi yang ada di Android dan iOS, misal masyarakat menjumpai jenis katak atau ular yang mereka anggap belum pernah teridentifikasi sebelumnya lalu mereka foto dan dikirim ke data base peneliti. Soal nama, biar saja peneliti yang bekerja," jelas Peneliti Herpetologi LIPI, Amir Hamidy.
Nantinya, metode ini akan bekerja dengan menghimpun data-data dari kontributor atau relawan yang kemudian dijadikan satu dalam big data. Berikutnya peneliti akan mengolahnya untuk menghasilkan suatu data penelitian.
Lebih lanjut LIPI pun mengakui bahwa Pusat Penelitian Biologi masih kekurangan tenaga peneliti karena baru ada 30 peneliti yang menyandang status teknisi. Sementara jumlah tersebut tidak memungkinkan memantau flora dan fauna dari Sabang sampai Merauke.
"Kebutuhan monitoring di LIPI hanya mengandalkan peneliti dengan status 30 teknisi dan sangat mustahil untuk menguasai dari Sabang sampai Merauke," tutur Cahyo.
[Gambas:Video CNN] (din/evn)